Apa Yang Dimaksud FATIGUE ?

Salah satu musuh utama pengemudi adalah rasa Kantuk yang berat. Istilah yang sekarang populer disebut FATIGUE.

fatigue

 

Fatigue atau kelelahan pada pengemudi berkontribusi terhadap ribuan kematian di jalan raya setiap tahun. Diperkirakan 30% kasus kecelakaan fatal di jalan raya disebabkan oleh fatigue pada pengemudi. Mengemudi dalam kondisi fatigue sama berbahayanya dengan mengemudi dalam kondisi mabuk.
Masalahnya seringkali pengemudi tidak menyadari bahwa dirinya terlalu lelah atau mengantuk untuk mengemudi dengan selamat, tetapi kita bisa belajar mengenali tanda-tandanya dan beristirahat sebelum terlambat.

Tanda-tanda fatigue :

  • menguap
  • sulit mengangkat kepala dan membuka mata
  • mata terasa perih dan berat
  • pandangan mulai kabur atau berkunang-kunang
  • menjadi tidak sabaran dan buru-buru
  • merasa lapar dan haus
  • tangan berkeringat
  • reaksi melambat
  • rasa kaku atau kram pada otot
  • telinga berdengung
  • kecepatan menurun
  • tidak menyadari ada kendaraan lain
  • tidak mengingat mengemudi dalam beberapa kilometer terakhir.

 

Oleh : dr. Lelitasari, MKK.

www.4life.id

Cara Memilih Jenis Forklift yang Tepat untuk Pekerjaan

Penting memilih Jenis Forklift yang tepat untuk pekerjaan ? Berikut dasar pertimbangannya yang perlu diperhatikan.

  1. BENTUK DAN UKURAN BARANG YANG AKAN DIPINDAHKAN
  2. BERAT BARANG YANG AKAN DIANGKAT ATAU DIPINDAHKAN
  3. FUNGSI FORKLIFT SESUAI KEBUTUHAN

 

jenisForklift

 

Oleh : Sugiri Saloka – 4Life

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3)

1. Umum 

Bekerja dengan menggunakan media kerja semakin berkembang, sehingga di setiap kesempatan kerja selalu diikuti dengan potensi terjadinya kecelakaan kerja akibat kurangnya perhatian manusia, cara penggunaan peralatan yang salah atau tidak semestinya, pemakaian pelindung diri yang kurang baik dan kesalahan lain yang terjadi di lingkungan kerja bidang bangunan kapal kayu. Keselamatan kesehatan kerja paling banyak membicarakan adanya kecelakaan dan perbuatan yang mengarah pada tindakan yang mengandung bahaya.

Untuk menghindari atau mengeliminir terjadinya kecelakaan perlu penguasaan pengetahuan keselamatan kesehatan kerja dan mengetahui tindakan-tindakan yang harus diambil agar keselamatan kesehatan kerja dapat berperan dengan baik. Untuk membahas hal tersebut faktor yang paling dominan adalah kecelakaan, perbuatan yang tidak aman, dan kondisi yang tidak aman.

2. Kecelakaan Kerja

1.Faktor yang paling banyak terjadi di lingkungan kerja adalah adanya kecelakaan, dimana kecelakaan merupakan :

1). Kejadian yang tidak diinginkan yang dapat menimbulkan cidera fisik seseorang bahkan fatal sampai kematian / cacat seumur hidup dan kerusakan harta milik,

2), Kecelakaan biasanya akibat kontak dengan sumber energi diatas nilai ambang batas dari badan atau bangunan,

3), Kejadian yang tidak diinginkan yang mungkin dapat menurunkan efisiensi operasional suatu usaha.

 

2. Hal-hal dalam kecelakaan dapat meliputi :

1). Kecelakaan dapat terjadi setiap saat ( 80% kecelakaan akibat kelalaian),

2). Kecelakaan tidak memilih cara tertentu untuk terjadi,

3). Kecelakaan selalu dapat menimbulkan kerugian,

4). Kecelakaan selalu menimbulkan gangguan,

5). kecelakaan selalu mempunyai sebab,

6). Kecelakaan dapat dicegah.

 

3. Perbuatan Tidak Aman

– Perbuatan tidak aman (Unsafe Action) dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sebagai berikut :

  1. Tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri) standard yaitu : Helm dengan tali, sabuk pengaman, stiwel dan sepatu safety, pakaian kerja, sarung tangan kerja dan APD sesuai dengan kondisi.
  2. Melakukan tindakan ceroboh / tidak mengikuti produser kerja,
  3. Pengetahuan dan keterampilan pelaksana yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang dibebankan padanya.
  4. Mental dan fisik yang belum siap untuk tugas-tugas yang diembannya.

4. Kondisi Tidak Aman

– Kondisi tidak aman (Unsafe Condition) dalam Keselamatan dan kesehatan kerja, sebagai berikut :

  1. Lokasi kerja yang kumuh dan kotor,
  2. alokasi personil / pekerja yang tidak terencana dengan baik, sehingga pada satu lokasi dipenuhi oleh beberapa pekerja. Sangat berpotensi bahaya.
  3. Fasilitas / sarana kerja yang tidak memenuhi standard minimal, seperti scafolding / perancah tidak aman, pada proses pekerjaan dalam tangki tidak tersedia Exhaust Blower.
  4. Terjadi pencdemaran dan polusi pada lingkungan kerja, misal debu, tumpahan oli , minyak dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

– Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan yaitu :

  1. Bekerja diatas ketinggian lebih dari 2 meter pada daerah terbuka, harus mengikatkan sabuk pengaman ( Safety Belt )
  2. Jangan meletakkan material / benda / alat kerja di jalan lalu lalang orang, misal jalur hijau..
  3. Saat akan mengangkat barang / material, bayangkan atau periksalah terlebih dahulu, angkatlah sedikit demi sedikit.
  4. Saat akan ke WC ( Toilet ), ketika akan meninggalkan tempat kerja beritahukanlah pada T/L “Team Leader” pengawas kerja atau teman kerja.
  5. Saat ada crane yang berjalan, jangan berada di bawah benda yang diangkat.
  6. Perhatikan sekitar Anda sebelum menyalakn gfas, adakah gas yang mudah terbakar, arah angin, lidah api dan pekerja lain,
  7. Waspadalah pada putaran mesin, roda gila, dll agar tangan dan anggota badan Anda tidak tersangkut.
  8. Tanda larangan masuk, seperti bila ada pita / tali putih strip hitam atau putih strip merah dan Barricade-2 dilokasi kerja,
  9. Saat waktu kerja selesai (Istirahat / Pulang ) untuk meninggalkan tempat, lakukanlah bersama-sama,
  10. Saat selesai bekerja (Istirahat / pulang) lakukanlah bersama-sama / serempak,
  11. Saat berjalan usahakan diatas jalur hijau dan untuk menyebrang jalan harus melalui “Zebra Cross” dan pastikanlah melihat ke kanan-kiri dahulu serta benar-benar bebas.

5. Alat Pelindung Diri (APD )

adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh / sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya (Hazard) yang mengakibatkan kecelakaan kerja.

Alat Pelindung Diri ( APD ) dikategorikan menjadi 2 bagian, yaitu :

– APD standard minimal terdiri atas helm dengan tali, sabuk pengaman, striwel, sepatu safety dan warepack kerja.

– APD sesuai kondisi kerja

 

Penggunaan APD yang baik yaitu :

  • Identifikasi dan evaluasi potensi bahaya,
  • Pemilihan yang tepat dan kesesuaian,
  • Diklat,
  • Pemeliharaan,
  • Kesadaran Manajemen dan pekerja.