Mitos Dan Fakta Mengatasi Kantuk Berat Atau FATIGUE Pada Pengemudi!!

fatigue

Banyak cara yang sering kita dengar mengatasi Kantuk Berat atau Fatigue saat mengemudi, tapi apakah itu benar? , disini kita akan bahas Mitos Fakta nya.

  1. MITOS : Ide yang bagus memulai perjalanan setelah bekerja.
    • FAKTA : Memulai perjalanan setelah bekerja adalah ide yang buruk karena kita sudah menggunakan energi fisik dan mental sepanjang hari. Sebaiknya tidur dulu 8 jam dan baru melakukan perjalanan esok hari.
  2. MITOS : Lebih aman mengemudi di malam hari karena menghindari kemacetan.
    • FAKTA : Tubuh memiliki pola normal siklus 24 jam. Mengemudi saat tubuh seharusnya tidur, akan membuat kita berusaha melawan kantuk. Kemungkinan untuk tertidur saat mengemudi sangat tinggi. Hal tersebut sangat berbahaya.
  3. MITOS : Segelas kopi akan membuat terjaga alias melek.
    • FAKTA : Kopi hanya solusi janggka pendek. Sewaktu sering minum kopi efeknya akan semakin menurun. Mungkin kopi membuat kita terjaga sesaat, tetapi tidak untuk jangka panjang. Solusi jangka panjangnya adalah  istirahat dan tidur.
  4. MITOS : Membuka jendela mobil akan membuat terjaga.
    • FAKTA : Membuka jendela akan memberikan udara segar yang akan meningkatkan kewaspadaan sesaat. Tetapi jika kita mengantuk atau lelah, solusinya hanya tidur.
  5. MITOS : Musik yang keras akan membuat tetap terjaga.
    • FAKTA : Mungkin musik akan menolong sesaat tetapi tidak untuk jangka panjang. Musik yang keras juga akan menyebabkan distraksi atau malah mengantarkan tidur.

Oleh : dr Lelitasari, MKK. / www.4life.id

Pentingnya memakai Safety Belt !!!

Mengapa penting memakai safety belt ?

Safety Belt sering disebut juga sebagai seat belt atau sabuk keselamatan atau sabuk pengaman.

safety-belt-4life

pengertian safety belt adalah alat yang dirancang untuk menahan seorang penumpang mobil, forklift atau kendaraan lainnya supaya tetap ditempat apabila terjadi tabrakan, berhenti dadakan atau kecelakaan lainnya.

Penggunaan safety belt sudah diatur  dalam undang undang no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, dalam pasal 106 ayat 6 tertulis; setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan dan penumpang yang duduk disampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan.

Seharusnya safety belt wajib dipakai semua penumpang, baik yang duduk di depan ataupun dibelakang, baik orang dewasa , anak ataupun bayi. Karena semua penumpang beresiko terlempar jika terjadi kecelakaan atau ngerem mendadak.

Oleh : dr. Lelitasari, MKK. / www.4Life.id

Jenis Forklift

Anda ingin tahu Jenis Jenis Forklift ? berikut penjelasannya :

Penggolongan ini mengacu pada sarana angkut yang biasa digunakan dan tidak meliputi semua forklift yang dicakup oleh OSHA standard.

  • Class I : Electric Motor Rider TrucksForklift-1
  • Class II : Electric Motor Narrow Aisle TrucksForklift-2
  • Class III  : Electric Motor Hand Trucks or Hand/Rider TrucksForklift-3
  • Class IV : Internal Combustion Engine Trucks (Solid/Cushion  Tires)Forklift-4
  • Class V : Internal Combustion Engine Trucks (Pneumatic Tires)Forklift-5
  • Class VI : Electric and Internal Combustion Engine TractorsForklift-6
  • Class VII : Rough Terrain Forklift TrucksForklift-7

Oleh :  Sugiri Saloka

Cara Memilih Jenis Forklift yang Tepat untuk Pekerjaan

Penting memilih Jenis Forklift yang tepat untuk pekerjaan ? Berikut dasar pertimbangannya yang perlu diperhatikan.

  1. BENTUK DAN UKURAN BARANG YANG AKAN DIPINDAHKAN
  2. BERAT BARANG YANG AKAN DIANGKAT ATAU DIPINDAHKAN
  3. FUNGSI FORKLIFT SESUAI KEBUTUHAN

 

jenisForklift

 

Oleh : Sugiri Saloka – 4Life

Tugas dan Kewajiban Ahli K3 Umum

TUGAS 1

Mari kita mencoba kembali mereview apa saja tugas dan kewajiban Ahli K3 yang merupakan dasar hukum dari Undang-undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 2 Tahun 1992 tentang tata cara penunjukan, Kewajiban dan Kewenangan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

AHLI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ADALAH TENAGA TEKNIS BERKEAHLIAN KHUSUS DARI LUAR DEPARTEMEN TENAGA KERJA YANG DITUNJUK OLEH MENETERI TENAGA KERJA UNTUK MENGAWASI DITAATINYA UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA. MENTERI TENAGA KERJA ATAU PEJABAT YANG DITUNJUK BERWENANG MENUNJUK AHLI K3 PADA TEMPAT KERJA DENGAN KRITERIA TERTENTU DAN PADA PERUSAHAAN YANG MEMBERIKAN JASA DI BIDANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA.

Banyak perusahaan akan kembali melihat dan menyadari jika K3 itu penting setelah adanya korban jiwa. Lebih lanjut lagi, mungkin kita sangat jarang mendengar demonstrasi yang menuntut akan perbaikan prosedur tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Kebanyakan para buruh, karyawan atau pekerja selalu menuntut untuk perbaikan nilai gaji atau sallary yang didapat. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat kita cenderung mengabaikan tentang pentingnya regulasi ini.

Kita juga sering melihat banyak pekerja secara individu (bukan yang terikat dengan perusahaan) dengan pekerjaan yang memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi namun hanya menggunakan peralatan keamanan yang sederhana. Hal ini tentunya tidak sebanding dengan Probabilitas tingkat resiko kecelakaan yang dihadapi.

Pemerintah sendiri sebenarnya telah mengeluarkan aturan yang cukup tegas dan cukup jelas tentang regulasi keselamatan dan kesehatan kerja yang harus diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di tanah air.

Penerapan dengan baik akan regulasi keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua elemen yang terlibat didalamnya seperti pihak perusahaan atau wirausaha, dan masyarakat secara keseleuruhan. Berikut ini salah satu regulasi yang mutlak dimilki oleh perusahaan yakni adanya ahli K3 di perusahaan tersebut.

Ahli K3 Umum di Perusahaan diharapkan mampu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 dan dapat memberikan peran optimal dalam organisasi perusahaan guna pengendalian resiko kecelakaan kerja.

Tugas Seorang Ahli K3 Umum Untuk Perusahaan Yaitu :

  • Ahli K3 Umum yang dapat melakukan identifikasi, evaluasi, pengendalian resiko dalam pelaksanaan K3.
  • Mampu melaksanakan K3 di tempat kerja, yang mampu menjelaskan teknk pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja.
  • dapat mengelola dan menjalankan organisasi P2K3.

 

Dasar Hukum Diadakannya Ahli K3

  • Permenaker No.4 Tahun 1987 tentang panitia pembinaan kesehatan dan keselamatan kerja (P2K3) dan tata cara penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ahli K3).
  • Permenaker No.2 Tahun 1992, tentang tata cara penunjukan, kewajiban dan wewenang ahli K3.
  • UU No.1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.
  • Harapan dengan adanya ahli K3 mampu mengaungkan budaya dan penerapan K3 disetiap perusahaannya agar Indonesia lebih Safety.

 

Baca Juga :

Hak-hak Perwakilan Keselamatan Kerja

Identifikasi dan Penilaian Resiko

Manajemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat

Rambu-rambu K3 Beserta Penjelasannya

 

 

Rambu-rambu K3 Beserta Penjelasannya

Bagi Anda yang bekerja pada bidang teknisi elektronika dan listrik, mengetahui beberapa rambu-rambu dalam bekerja sangatlah diperhatikan karena mengetahui hal tersebut merupakan bagian dari K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Mengetahui dan menjaga dengan baik elemen yang satu ini, berarti Anda sudah menjamin Anda agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

RAMBU1

Banyak pekerja yang belum juga paham dengan rambu-rambu K3 ini adalah bidang yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, serta kesejahteraan pekerja yang bekerja di sebuah institusi ataupun proyek. Tujuan K3 sendiri adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja, rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, serta orang lain yang juga terpengaruh oleh lingkungan kerja. Bagi Anda yang belum paham dan mengetahui tentang simbol dan rambu-rambu ini, dan informasi terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3, utamanya simbol-simbolnya.

 

Simbol Rambu-rambu K3

Silahkan simak dan perhatikan dengan baik, rambu-rambu tersebut sudah dilengkapi dengan penjelasan atau arti agar Anda lebih mudah memahaminya.

RAMBU2 RAMBU3 RAMBU4 RAMBU5

Itulah beberapa simbol atau lambang Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3. Dengan memahami simbol-simbol tersebut diharapkan agar para pekerja atau teknisi lebih berhati-hati dan mengutamakan K3. Lambang-lambang tersebut dibuat untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

Mungkin saat dilapangan Anda menemukan lambang-lambang K3 dengan bentuk yang berbeda. Hal tersebut tidak masalah, karena inti dari lambang tersebut sebenarnya sama. Perbedaannya hanyalah warna, dan bentuk dari karakter lambang tersebut.

Demikian informasi singkat mengenai simbol rambu-rambu kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Semoga informasi yang kami sampaikan dapat memberikan manfaat dan juga inspirasi bagi kita semua.

 

Baca Juga :

Tugas dan Kewajiban Ahli K3 Umum

Hak-hak Perwakilan Keselamatan Kerja

Identifikasi dan Penilaian Resiko

Manajemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat

Manajemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat

MANAJEMEN1

Dalam setiap kasus darurat atau bencana, yang cenderung biasanya terjadi adalah masalah kepanikan sehingga upaya pencegahan menjadi macet, tidak efektif dan bahkan memperburuk keadaan darurat itu sendiri. Biasanya, dalam keadaan atau kondisi bencana setiaporang atau unit kerja tidak terkordinasi dengan baik, yang dapat menyebabkan kerugian bencana dan kerusakan menjadi lebih parah.

Untuk itu, kita perlu strategi untuk organisasi atau unit yang ditunjuk untuk mengelola dan mengembangkan rencana terhadap kemungkinan terjadinya keadaan darurat dan bencana yang mungkin terjadi secara terpadu, sistematis, terkoordinasi dan terlatih melalui pelatihan tertentu “Disaster Management / Manajemen Bencana”.

Tujuan Pelatihan 

  1. Memahami konsep manajemen darurat sehingga efektif control yang dapat dilakukan dengan cepat dan akurat,
  2. Memahami konsep proses kesiapsiagaan darurat dan sistem untuk mempersiapkan Darurat Kesiapan Sistem di Tempat Kerja.
  3. Mencegah kesompangan siuran dalam menghadapi seadaan bahaya (Tidak gugup atau panik).
  4. Sebagai upaya untuk meminimalkan dan mencegah terjadinya korban jiwa, kerusakan harta benda / aset perusahaan dan lingkungan kerja akibat kecelakaan atau bencana.
  5. peserta mampu untuk membuat analisa terhadap kebutuhan akan situasi gawat darurat di perusahaan.
  6. Mampu mempersiapkan skenario serta peralatan pendukung baik pasif dan aktif didalam mengendalikan kondisi darurat atau bencana.
  7. Mengkoordinasikan upaya Penanggulangan Keadaan Darurat baik secara internal dan eksternal sehingga tercapai efisiensi dan efektifitas dalam pengendaliannya.

Baca Juga :

Rambu-rambu K3 Beserta Penjelasannya

Tugas dan Kewajiban Ahli K3 Umum

Hak-hak Perwakilan Keselamatan Kerja

Identifikasi dan Penilaian Resiko

 

Identifikasi dan Penilaian Resiko

IDENTIFIKASI1

 

Metodologi identifikasi bahaya dan penilaian resiko harus :

  • Dibuat dengan memperhatikan lingkup, bentuk dan waktu untuk memastikan agar proaktif ketimbang reaktif, dan
  • Memberikan identifikasi, prioritas dan dokumentasi resiko, serta penerapan pengendalian jika diperlukan.

Organisasi harus menentukan metode identifikasi bahaya yang akan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek antara lain :

  1. Lingkup identifikasi bahaya yang dilakukan, misalnya meliputi seluruh bagian, proses atau peralatan kerja atau aspek K3 seperti bahaya kebakaran, penyakit akibat kerja, kesehatan, ergonomic, dll.
  2. Bentuk identifikasi bahaya, misalnya bersifat kualitatif dan kuantitatif.
  3. Waktu pelaksanaan identifikasi bahaya, misalnya di awal proyek, pada saat operasi, pemeliharaan atau modifikasi sesuai dengan siklus atau daur hidup organisasi.

 

Baca Juga :

Manajemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat

Rambu-Rambu K3 Beserta Alasannya

Tugas dan Kewajiban Ahli K3 Umum

Hak-hak Perwakilan Keselamatan Kerja

 

Hak-hak Perwakilan Keselamatan Kerja

Hak-hak perwakilan keselamatan kerja meliputi :

  • Pengenalan upaya-upaya yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja,
  • Tertib penunjukan komandan kebakaran dan kondisi darurat,
  • Penyediaan informasi kesehatan keselamatan kerja yang berkaitan dengan yang diwakili dan dipersyaratkan oleh beberapa hukum,
  • Penyediaan pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja,
  • Implikasi kesehatan dan keselatan kerja pada pengenalan teknologi baru.

 

Hak Berupa penyediaan Informasi yang Memadai

– Untuk memudahkan para perwakilan keselamatan melaksanakan fungsinya,

– Tentang kecelakaan yang terjadi namun bukan informasi yang :

– Membeberkan data individu,

– Berupa masalah yang dapat dilanjutkan ke pengadilan,

– Melanggar keamanan nasional

– Melanggar larangan yang ditetapkan oleh hukum.

 

Hak Alokasi Waktu Kerja Diberikan Khusus Untuk :

  • Menerima pelatihan,
  • Melaksanakan fungsi perwakilan

 

Fungsi Perwakilan Keselamatan Kerja adalah : 

  • Memberikan gambaran kepada majikan tentang bahaya dan insiden yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja,
  • Mengangkat, bersama majikan, masalah-masalah lain yang berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan kerja,
  • Menjadi penghubung dan menerima informasi,
  • Menyelidiki potensi bahaya dan kecelakaan.

 

Baca Juga :

Identifikasi dan Penilaian Resiko

Manajemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat

Rambu-Rambu K3 Beserta Penjelasannya

Tugas dan Kewajiban Ahli K3 Umum

 

The Forklift Ways

Forklift adalah sebuah mesin atau alat yang dirancang untuk mengangkat dan memindahkan barang supaya manusia dapat menangani sebuah pekerjaan pekerjaan menjadi lebih simpel dan hemat tenaga kerja, kapasitas Forklift mulai dari 1 Ton hingga 25 Ton bahkan saat ini pabrikan china mulai membuat Forklift hingga kapasitas 30 Ton.

Tenaga penggerak Forklift hampir sama dengan kendaraan lainnya Engine (Diesel dan Gasoline) serta Baterai namun ada perbedaan yang mencolok adalah jika kendaraan biasa masa kerjanya dihitung berdasarkan jarak tempuh maka Forklift dihitung berdasarkan jam kerja. lebih mirip kepada jam kerja manusia.

Dalam melakukan pekerjaannya, Forklift disesuaikan dengan kebutuhan manusiamaka Forklift di produksi bermacam-macam tonase, mulai dari 1 Ton, 1,5 Ton, 2 Ton, 2,5 Ton dan seterusnya berkelipatan 5 (Lima) untuk Forklift Engine, atau untuk baterai ada yang berkelipatan 2 (Dua) misalnya 1 Ton, 1,2 Ton, 1,6 Ton dan seterusnya.

Dalam aturan pekerjaannya Forklift harus digunakan sesuai tonase atau kapasitas angkatnya, misalnya jika Forklift tersebut berkapasitas 2,5 Ton, maka maksimum barang yang diangkat adalah 2,5 Ton sesuai dengan aturan yang berlaku atau tabel kapasitas yang dibuat oleh pabrikan Forklift, jika Forklift digunakan melebihi kapasitas angkatnya maka tidak akan mampu bekerja atau mengangkat karena diluar rancangan sang pembuat atau pabrikan Forklift.

 

Baca Juga :

Alasan Mengapa Perlu Mendatangi Tempat Jual Forklift Bekas

Penyebab Transmisi Automatic Tidak Mau Jalan pada Forklift

SIO Forklift / Sertifikasi Depnakertrans RI

Sparepart Forklift / Suku Cadang Forklift