Rambu-rambu K3 Beserta Penjelasannya

Bagi Anda yang bekerja pada bidang teknisi elektronika dan listrik, mengetahui beberapa rambu-rambu dalam bekerja sangatlah diperhatikan karena mengetahui hal tersebut merupakan bagian dari K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Mengetahui dan menjaga dengan baik elemen yang satu ini, berarti Anda sudah menjamin Anda agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

RAMBU1

Banyak pekerja yang belum juga paham dengan rambu-rambu K3 ini adalah bidang yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, serta kesejahteraan pekerja yang bekerja di sebuah institusi ataupun proyek. Tujuan K3 sendiri adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja, rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, serta orang lain yang juga terpengaruh oleh lingkungan kerja. Bagi Anda yang belum paham dan mengetahui tentang simbol dan rambu-rambu ini, dan informasi terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3, utamanya simbol-simbolnya.

 

Simbol Rambu-rambu K3

Silahkan simak dan perhatikan dengan baik, rambu-rambu tersebut sudah dilengkapi dengan penjelasan atau arti agar Anda lebih mudah memahaminya.

RAMBU2 RAMBU3 RAMBU4 RAMBU5

Itulah beberapa simbol atau lambang Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3. Dengan memahami simbol-simbol tersebut diharapkan agar para pekerja atau teknisi lebih berhati-hati dan mengutamakan K3. Lambang-lambang tersebut dibuat untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

Mungkin saat dilapangan Anda menemukan lambang-lambang K3 dengan bentuk yang berbeda. Hal tersebut tidak masalah, karena inti dari lambang tersebut sebenarnya sama. Perbedaannya hanyalah warna, dan bentuk dari karakter lambang tersebut.

Demikian informasi singkat mengenai simbol rambu-rambu kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Semoga informasi yang kami sampaikan dapat memberikan manfaat dan juga inspirasi bagi kita semua.

 

Baca Juga :

Tugas dan Kewajiban Ahli K3 Umum

Hak-hak Perwakilan Keselamatan Kerja

Identifikasi dan Penilaian Resiko

Manajemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat

Manajemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat

MANAJEMEN1

Dalam setiap kasus darurat atau bencana, yang cenderung biasanya terjadi adalah masalah kepanikan sehingga upaya pencegahan menjadi macet, tidak efektif dan bahkan memperburuk keadaan darurat itu sendiri. Biasanya, dalam keadaan atau kondisi bencana setiaporang atau unit kerja tidak terkordinasi dengan baik, yang dapat menyebabkan kerugian bencana dan kerusakan menjadi lebih parah.

Untuk itu, kita perlu strategi untuk organisasi atau unit yang ditunjuk untuk mengelola dan mengembangkan rencana terhadap kemungkinan terjadinya keadaan darurat dan bencana yang mungkin terjadi secara terpadu, sistematis, terkoordinasi dan terlatih melalui pelatihan tertentu “Disaster Management / Manajemen Bencana”.

Tujuan Pelatihan 

  1. Memahami konsep manajemen darurat sehingga efektif control yang dapat dilakukan dengan cepat dan akurat,
  2. Memahami konsep proses kesiapsiagaan darurat dan sistem untuk mempersiapkan Darurat Kesiapan Sistem di Tempat Kerja.
  3. Mencegah kesompangan siuran dalam menghadapi seadaan bahaya (Tidak gugup atau panik).
  4. Sebagai upaya untuk meminimalkan dan mencegah terjadinya korban jiwa, kerusakan harta benda / aset perusahaan dan lingkungan kerja akibat kecelakaan atau bencana.
  5. peserta mampu untuk membuat analisa terhadap kebutuhan akan situasi gawat darurat di perusahaan.
  6. Mampu mempersiapkan skenario serta peralatan pendukung baik pasif dan aktif didalam mengendalikan kondisi darurat atau bencana.
  7. Mengkoordinasikan upaya Penanggulangan Keadaan Darurat baik secara internal dan eksternal sehingga tercapai efisiensi dan efektifitas dalam pengendaliannya.

Baca Juga :

Rambu-rambu K3 Beserta Penjelasannya

Tugas dan Kewajiban Ahli K3 Umum

Hak-hak Perwakilan Keselamatan Kerja

Identifikasi dan Penilaian Resiko

 

Identifikasi dan Penilaian Resiko

IDENTIFIKASI1

 

Metodologi identifikasi bahaya dan penilaian resiko harus :

  • Dibuat dengan memperhatikan lingkup, bentuk dan waktu untuk memastikan agar proaktif ketimbang reaktif, dan
  • Memberikan identifikasi, prioritas dan dokumentasi resiko, serta penerapan pengendalian jika diperlukan.

Organisasi harus menentukan metode identifikasi bahaya yang akan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek antara lain :

  1. Lingkup identifikasi bahaya yang dilakukan, misalnya meliputi seluruh bagian, proses atau peralatan kerja atau aspek K3 seperti bahaya kebakaran, penyakit akibat kerja, kesehatan, ergonomic, dll.
  2. Bentuk identifikasi bahaya, misalnya bersifat kualitatif dan kuantitatif.
  3. Waktu pelaksanaan identifikasi bahaya, misalnya di awal proyek, pada saat operasi, pemeliharaan atau modifikasi sesuai dengan siklus atau daur hidup organisasi.

 

Baca Juga :

Manajemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat

Rambu-Rambu K3 Beserta Alasannya

Tugas dan Kewajiban Ahli K3 Umum

Hak-hak Perwakilan Keselamatan Kerja

 

Hak-hak Perwakilan Keselamatan Kerja

Hak-hak perwakilan keselamatan kerja meliputi :

  • Pengenalan upaya-upaya yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja,
  • Tertib penunjukan komandan kebakaran dan kondisi darurat,
  • Penyediaan informasi kesehatan keselamatan kerja yang berkaitan dengan yang diwakili dan dipersyaratkan oleh beberapa hukum,
  • Penyediaan pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja,
  • Implikasi kesehatan dan keselatan kerja pada pengenalan teknologi baru.

 

Hak Berupa penyediaan Informasi yang Memadai

– Untuk memudahkan para perwakilan keselamatan melaksanakan fungsinya,

– Tentang kecelakaan yang terjadi namun bukan informasi yang :

– Membeberkan data individu,

– Berupa masalah yang dapat dilanjutkan ke pengadilan,

– Melanggar keamanan nasional

– Melanggar larangan yang ditetapkan oleh hukum.

 

Hak Alokasi Waktu Kerja Diberikan Khusus Untuk :

  • Menerima pelatihan,
  • Melaksanakan fungsi perwakilan

 

Fungsi Perwakilan Keselamatan Kerja adalah : 

  • Memberikan gambaran kepada majikan tentang bahaya dan insiden yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja,
  • Mengangkat, bersama majikan, masalah-masalah lain yang berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan kerja,
  • Menjadi penghubung dan menerima informasi,
  • Menyelidiki potensi bahaya dan kecelakaan.

 

Baca Juga :

Identifikasi dan Penilaian Resiko

Manajemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat

Rambu-Rambu K3 Beserta Penjelasannya

Tugas dan Kewajiban Ahli K3 Umum

 

The Forklift Ways

Forklift adalah sebuah mesin atau alat yang dirancang untuk mengangkat dan memindahkan barang supaya manusia dapat menangani sebuah pekerjaan pekerjaan menjadi lebih simpel dan hemat tenaga kerja, kapasitas Forklift mulai dari 1 Ton hingga 25 Ton bahkan saat ini pabrikan china mulai membuat Forklift hingga kapasitas 30 Ton.

Tenaga penggerak Forklift hampir sama dengan kendaraan lainnya Engine (Diesel dan Gasoline) serta Baterai namun ada perbedaan yang mencolok adalah jika kendaraan biasa masa kerjanya dihitung berdasarkan jarak tempuh maka Forklift dihitung berdasarkan jam kerja. lebih mirip kepada jam kerja manusia.

Dalam melakukan pekerjaannya, Forklift disesuaikan dengan kebutuhan manusiamaka Forklift di produksi bermacam-macam tonase, mulai dari 1 Ton, 1,5 Ton, 2 Ton, 2,5 Ton dan seterusnya berkelipatan 5 (Lima) untuk Forklift Engine, atau untuk baterai ada yang berkelipatan 2 (Dua) misalnya 1 Ton, 1,2 Ton, 1,6 Ton dan seterusnya.

Dalam aturan pekerjaannya Forklift harus digunakan sesuai tonase atau kapasitas angkatnya, misalnya jika Forklift tersebut berkapasitas 2,5 Ton, maka maksimum barang yang diangkat adalah 2,5 Ton sesuai dengan aturan yang berlaku atau tabel kapasitas yang dibuat oleh pabrikan Forklift, jika Forklift digunakan melebihi kapasitas angkatnya maka tidak akan mampu bekerja atau mengangkat karena diluar rancangan sang pembuat atau pabrikan Forklift.

 

Baca Juga :

Alasan Mengapa Perlu Mendatangi Tempat Jual Forklift Bekas

Penyebab Transmisi Automatic Tidak Mau Jalan pada Forklift

SIO Forklift / Sertifikasi Depnakertrans RI

Sparepart Forklift / Suku Cadang Forklift

 

Spare Part Forklift / Suku Cadang Forklift

Engine

  • Piston,
  • Liner Cylinder,
  • Ring Piston,
  • Connecting Rod,
  • Piston Pin,
  • Bushing Con Rod,
  • Packing Set Overhaul,
  • Crankshaft,
  • Metal KIT,
  • Camshaft,
  • Rocker Arm,
  • Valve Intake,
  • Valve Exhaust,
  • Cylinder Head,
  • Dll.

 

Chasis

  • Cluch System (Disc Clutch/Kampas Kopling, Cover Clutch/Matahari, Bearing Release).
  • Brake System (Shoe Lining/Kampas Rem, Wheel Cylinder/Rem Bawah, Drum Brake, dll),
  • Master Cylinder,
  • Wiring Cable,
  • Velg Forklift,
  • Water Pump,
  • Nozzle,
  • Hose,
  • Dll.

 

Filters

  • Filter Oli,
  • Filter Solar,
  • Filter Udara,
  • Filter Transmisi,
  • Filter Hidrolik (Suction dan Return)

 

Eletrical

  • Starter Assy (Dinamo Starter),
  • Alternator,

 

Aneka Spare Part Forklift,

  • Spare Part Forklift Komatsu,
  • Spare Part Forklift Toyota,
  • Spare Part Forklift Mitsubishi,
  • Spare Part Forklift Nissan,
  • Spare Part Forklift TCM,
  • Spare Part Forklift Caterpillar,
  • Spare Part Forklift Isuzu,
  • Dll

 

Baca Juga :

The Forklift Ways

Alasan Mengapa Perlu Mendatangi Tempat Jual Forklift Bekas

Penyebab Transmisi Automatic Tidak Mau Jalan Pada Forklift

SIO Forklift / Sertifikasi Depnakertrans RI

SIO Forklift / Sertifikasi Depnakertrans RI

Deskripsi

Forklift sangat penting untuk mengangkat dan memindahkan barang dengan mudah dan cepat,yang biasanya memerlukan banyak tenaga dan waktu yang lama bila diangkat secara manual. Kenyamanan dan kemudahan yang diberikan dengan menggunakan Forklift ini juga mengandung resiko yang perlu menjadi perhatian baik oleh operator maupun orang yang bekerja di sekitarnya. Forklift Modern adalah mesin yang mengagumkan.

Forklift sebagian besar lebih berat dari mobil atau truk yang ringan, sangat kuat, menggunakan kemudi roda belakang, lebarnya kurang dari 12 Cm. Tidak semua orang boleh mengoperasikan Forklift. Mengoperasikan Forklift merupakan pekerjaan khusus yang memerlukan pelatihan dan izin sebagai operator yang berkualitas. Mengoperasikan Forklift adalah pekerjaan yang penting dan hanya operator yang terlatih dan mendapatkan izin saja yang dapat mengoperasikannya.

Operator Forklift yang profesional merupakan suatu keharusan yang diminta oleh perusahaan, selain harus menguasai dasar-dasar Forklift, seorang operator juga harus tahu bagaimana melakukan pengoperasian Forklift dengan benar, mereka juga harus menguasai perawatan terhadap mesin-mesin Forklift.

Ketika perusahaan memilih operator Forklift, harus dipertimbangkan kemampuan, kemandirian, dan kondisi mental dan fisik yang prima dari calon operator. Operator yang ahli dan profesional harus tahu bagaimana mengoperasikan Forklift dengan hati-hati dan selamat, serta dapat bereaksi dengan benar terhadap situasi yang berbahaya. Untuk dapat menjadi operator yang ahli dan profesional banyak hal yang harus dipahami, diantaranya sebagai berikut :

  • Bahaya-bahaya yang umum saat mengoperasikan Forklift,
  • Kelengkapan keselamatan yang ada pada Forklift,
  • Batas berat maksimum yang boleh diangkat dan keseimbangan beban,
  • Posisi garpu saat memindahkan barang melalui jalan tanjakan atau turunan,
  • Mengangkat beban yang menghalangi pandangan,
  • Kondisi jalan yang dapat dilalui sesuai dengan jenis Forklift yang digunakan,
  • Keadaan fisik Forklift dan cara melakukan pemeriksaannya, dan sebagainya.

 

Baca Juga :

Sparepart Forklift / Suku Cadang Forklift

The Forklift Ways

Alasan Mengapa Perlu mendatangi tempat jual Forklift Bekas

Penyebab Transmisi Automatic Tidak Mau Jalan Pada Forklift

Penyebab Transmisi Automatic Tidak Mau Jalan Pada Forklift

Pada sistem automatic pressure atau tekanan oli ATF adalah dapat diibaratkan darah yang mengalir didalam tubuh manusia agar organ tubuh dapat bergerak sesuai dengan fungsinya sedangkan Charging Pump ibaratnya jantung dimana Charging Pump memproduksi oli ATF di pompa dan menghasilkan tekanan yang selanjutnya dikirim ke valve control yang sebelumnya melewati relief valve terlebih dahulu, pada saat Pressure atau tekanan oli sampai di valve control akan diatur oleh spool inching sesuai kemauan operator jika tidak digunakan tekanan oli akan dikembalikan ke tangki tetapi jika digunakan untuk maju atau mundur tekanan oli akan dialirkan dari valve control menuju servo lalu diteruskan menuju piston dan piston akan mendorong disc yang selanjutnya di transfer untuk menggerakkan roda baik maju ataupun mundur setelah sebelumnya melewati gardan terlebih dahulu.

Diatas kita sudah membahas tekanan oli dari charging pump akan menuju control valve dan dikirim melewati servo dan piston menuju disc agar dapat menggerakkan roda, sedangkan di servo terpasang di saft, disitu ada ring seal penutup agar tekanan oli tidak bocor disitu juga lubang di servo serta lubang saft harus pas ketemu agar tidak bocor atau tersumbat, sedangkan pada piston juga ada ring seal untuk menutup kebocoran tekanan oli.

Jadi apabila ada kebocoran di ring seal baik pada servo ataupun piston pastilah transmisi automatic tidak akan dapat maju atau mundur sekalipun kita sudah mengganti Clutch Disc atau Kanvas kopling, control valve bagus semua, bagus tapi bila di bagian tersebut bocor tetap transmisi automatic tidak dapat jalan.

Hal tersebut diambil pada transmisi Forklift Mitsubishi FD50 sebagai acuan.

 

Baca Juga :

SIO Forklift / Sertifikasi Depnakertrans RI

Sparepart Forklift / Suku Cadang Forklift

The Forklift Ways

Alasan Mengapa Perlu Mendatangi Tempat Jual Forklift Bekas

 

 

Alasan Mengapa Harus Mendatangi Tempat Jual Forklift Bekas

training-sio-forklift-public-batch11-18mei-2016-4

 

Bagi Anda yang baru memulai usaha, tentunya modal yang Anda miliki masih terbatas. Mungkin Anda perlu mencari tahu harga jual Forklift bekas (Second). Hal ini didasarkan kenyataan bahwa jika bisnis Anda digambarkan melalui siklus, maka ketika usaha ini baru mulai, kurva ini masih dinilai 0 atau di garis paling landai. tentu yang diinginkan adalah kurva ini dapat naik lebih tinggi. Agar kurva ini dapat bergerak naik maka pilihannya adalah menggunakan sumber daya seoptimal mungkin. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mencari Forklift bekas.

Jika Anda mempertanyakan mengapa harus melalui Forklift bekas, maka Anda perlu mengetahui terlebih dahulu fungsi dari Forklift dan keuntungan jika memiliki Forklift. Secara umum fungsi dari Forklift sudah jelas, untuk mengangkat barang, memindahkan ke tempat lain dan membuat barang tertata dengan rapih. Maka mendatangi tempat jual Forklift baik baru maupun bekas, beberapa keuntungan berikut ini akan Anda dapatkan yaitu :

  • Mengurangi Loading Time menjadi lebih singkat. Loading Time yang tidak terlalu lama membuat tidak banyak Opportunity Cost terbuang. Sehingga dapat menekan harga pokok produksi.
  • Mengurangi biaya tenaga kerja langsung yang dapat menekan harga pokok penjualan.
  • Buffer Stock dapat terkontrol dengan baik, sehingga tidak terjadi kelebihan persediaan barang jadi.
  • Perputaran asset atau Total Asset Turnover akan semakin tinggi. Dengan demikian dapat diartikan bahwa setiap asset yang Anda miliki memang memiliki kontibusi dalam menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

Inti dari penjelasan diatas tentu adalah untuk menekan harga pokok penjualan. Dengan harga jual produk yang normal tetapi biaya yang dikeluarkan lebih efisien, maka daapt dipastikan bahwa laba yang akan Anda terima akan lebih tinggi. Namun ada keuntungan lain yang akan Anda dapatkan jika Anda mendatangi tempat jual Forklift Bekas yaitu :

Dengan Anda membeli Forklift bekas maka pengeluaran modal akan semakin kecil, berarti kas yang Anda keluarkan juga semakin sedikit, dengan demikian Anda memiliki kas lebih banyak untuk digunakan keperluan lain.

Akhirnya semua keperluan Anda untuk membesarkan usaha akan tercukupi dengan modal yang terbatas tersebut. Jadi Anda tidak perlu ragu untuk mendatangi tempat penjualan Forklift bekas, yang pastinya akan menguntungkan Anda.

 

Baca Juga :

Penyebab Automatic Tidak Mau Jalan pada Forklift

Sio Forklift / Sertifikasi Depnakertrans RI

Sparepart Forklift / Suku Cadang Forklift

The Forklift Ways

 

 

Safety Procedure Mengoperasikan Pesawat Angkat Angkut

Kali ini kita akan akan memahas bagaimana tata cara seorang operator mengoperasikan Forklift dengan baik dan benar sesuai prosedur yang terstruktur. Sebagai operator Forklift tentunya harus mengetahui aturan-aturan dasar menjalankan / mengoperasikan Forklift.

training-sio-forklift-public-batch11-18mei-2016-4

Safety First : Mengenal Pesawat Alat Angkat angkut

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan bagi seorang Forklift maupun perusahaan. Perihal yang paling penting yaitu seorang operator Forklift haruslah terlatih dengan baik, mempunyai Sertifikat Ahli (SIO) barulah mendapat kepercayaan untuk mengoperasikan Forklift.

Selain syarat utama tersebut, adapun ketentuan-ketentuan yang harus dijalankan dan dilakukan bagi operator Forklift untuk menghindari akibat kecelakaan kerja dan kelancaran produksi / operasional perusahaan, ketentuannya yaitu :

  1. Periksa terlebih dahulu kondisi Forklift sebelum dioperasikan (digunakan), pastikan Forklift dalam keadaan normal (tidak ada masalah), dan apabila menurut Anda kondisinya tidak normal untuk dioperasikan (digunakan) maka tunda untuk mengoperasikannya. Segera laporkan hal tersebut kepada atasan Anda.
  2. Jangan melakukan pengangkatan beban melebihi beban yang diizinkan / kemampuan beban angkat Forklift. Ingat, pengoperasian yang aman memerlukan pengertian tentang bagaimana memutuskan beban itu termasuk dalam kapasitas yang diizinkan atau tidak.
  3. Aturlah garpu Forklift pada posisi yang benar (selebar mungkin). Sebelum mengangkat beban, periksalah lebar garpu telah diatur selebar mungkin, dapat dicapai oleh kondisi beban, semakin lebar garpu dapat disetel, semakin berat beban akan stabil.
  4. Gunakanlah ukuran Pallet yang sesuai. Penggunaan Pallet yang tidak sesuai akan mengakibatkan beban yang dibawa akan terjatuh secara tiba-tiba.
  5. Perhatikan kondisi beban yang akan diangkat untuk menghindari terjatuhnyanya beban ketika diangkat. Aturlah beban dengan rapih dan stabil yang memungkinkan tidak dapat jatuh.
  6. Jangan menyusun beban pada tempat yang tinggi dalam keadaan Forklift pada posisi miring. Catatan : Ketika hendak menaruh barang pada tempat yang tinggi, perhatikan juga apakah permukaan lantai miring atau tidak, apabila lantai miring ini dapat menimbulkan terjadinya Forklift terbanting ke samping.
  7. Jangan mengizinkan seseorang berdiri atau lewat dibawah garpu Forklift yang sedang diatas, baik dalam keadaan membawa beban ataupun tidak.
  8. Jangan sesekali menaruh tangan ataupun kaki Anda berada diantara MAST. Tidak boleh meletakkan tangan atau kaki diantara MAST dengan alasan apapun. Kelalaian kecil saja dapat menyebabkan kecelakaan atau luka-luka.
  9. Jangan gunakan Forklift untuk menarik beban dengan alasan apapun, jangan pernah melakukan hal tersebut. Forklift dibuat untuk pekerjaan mengangkat beban bukan sebagai alat derek.
  10. Selalu gunakan Load Backrest Extension dan pelindung atas (Canopy). Untuk menempatkan barang di atas, berhati-hatilah ketika mengangkat barang pada kedudukan yang tinggi, jangan sampai ada benda ringan yang memungkinkan dapat terjatuh mengenai Anda (operator).
  11. Perlu diingat, jangan sesekali mengangkat barang pada saat garpu Tilt kedepan. Pastikan MAST harus pada posisi tegak atau sedikit miring ke belakang ketika mengangkat beban. Pengangkatan barang dapat dimiringkan kedepan (Tilt kedepan), hanya ketika hendak meletakkan beban.
  12. Angkatlah beban diatas laintai serendah / sedekat mungkin ketika sedang transpot, kira-kira 10-15 Cm dari lantai. Jangan mengangkat beban terlalu tinggi bila diperlukan. Disini akan diuji sebara kuat insting Anda sebagai Operator Forklift.
  13. Usahakan beban bersandar pada Backrest dengan posisi MAST miring ke belakang. Jangan mengangkat dan menurunkan beban dengan kondisi Forklift sedang berjalan, buatlah seluruh panjang garpu dibawah kedepan, dengan beban bersandar pada Backrest.
  14. Selalu lihat sekeliling Anda sebelum atau pada saat menjalankan Forklift untuk memastikan jalan yang dilalui Forklift tidak ada halangan.
  15. Apabila dalam keadaan berjalan ataupun berhenti, usahakan secara bertahan dan perlahan-lahan. Hindari kejutan ketika berhenti, terutama ketika sedang membawa beban. Jangan sekali-kali berbelok terlalu tajam pada kecepatan tinggi, bawalah Forklift agar berhenti sebelum memindahkan arah mundur ataupun sebaliknya.
  16. Hindari tindakan / aktifitas akrobatik karena Anda dan lingkungan kerja Anda bukan arena siklus ataupun debus. Perlu Anda tanamkan dalam diri Anda bahwa keselamatan kerja adalah sikap Anda, ini memang sangat sulit diukur akan tetapi cepat nampak akibatnya. Kecelakaan bukan dari Forklift, tetapi biasanya adalah datang dari operatornya.
  17. Jalankanlah Forklift dengan perlahan-lahan dan bunyikan klakson pada daerah (jalan) tikungan atau jalan ramai. Perlambatlah Forklift Anda apabila jalan terhalang pandang, dan jangan lupa selalu gunakanlah kaca spion Anda (Kaca spion untuk lalu lintas).
  18. Selalu jaga jarak antara beban atau Overhead MAST. Anda harus yakin, ruangan di atas cukup dibawah instalasi pompa, kabel, dll. Jagalah MAST serendah mungkin dimana Overhead Clearence terbatas.
  19. Pasanglah rem parkir dan jangan lupa ganjal roda dengan balok pada saat Loading ataupun Unloading pada kontainer di atas truk. Apabila bekerja pada Loading truk, yakinlah bahwa rem truk / trailer telah dipasang dengan baik untuk mencegah bergerak apabila Anda menjalankan Forklift.
  20. Jangan gunakan Forklift sebagai pengangkut manusia atau membawa penumpang. Forklift di desain khusus untuk operasional angkat angkut barang / beban, bukan manusia.
  21. Jangan lupa untuk selalu memarkirkan Forklift di tempat yang telah ditentukan. Matikan mesin, periksa Forklift Anda setelah selesai digunakan (dioperasikan), pastikan semuanya normal dan tidak ada masalah.

Demikian poin-poin yang harus menjadi catatan sebagai salah satu operator pesawat angkut Forklift.

 

Baca Juga :

7 Hal Penting Dalam Bekerja

Berlatih Pengoperasian Forklift oleh Operator

Kesalahan Saat Mengoperasikan Forklift dan Cara Menghindarinya

Penjelasan Mengenai ISO 14001 Mengenai Sistem Pengelolaan Lingkungan