Identifikasi dan Penilaian Resiko

IDENTIFIKASI1

 

Metodologi identifikasi bahaya dan penilaian resiko harus :

  • Dibuat dengan memperhatikan lingkup, bentuk dan waktu untuk memastikan agar proaktif ketimbang reaktif, dan
  • Memberikan identifikasi, prioritas dan dokumentasi resiko, serta penerapan pengendalian jika diperlukan.

Organisasi harus menentukan metode identifikasi bahaya yang akan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek antara lain :

  1. Lingkup identifikasi bahaya yang dilakukan, misalnya meliputi seluruh bagian, proses atau peralatan kerja atau aspek K3 seperti bahaya kebakaran, penyakit akibat kerja, kesehatan, ergonomic, dll.
  2. Bentuk identifikasi bahaya, misalnya bersifat kualitatif dan kuantitatif.
  3. Waktu pelaksanaan identifikasi bahaya, misalnya di awal proyek, pada saat operasi, pemeliharaan atau modifikasi sesuai dengan siklus atau daur hidup organisasi.

 

Baca Juga :

Manajemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat

Rambu-Rambu K3 Beserta Alasannya

Tugas dan Kewajiban Ahli K3 Umum

Hak-hak Perwakilan Keselamatan Kerja

 

Hak-hak Perwakilan Keselamatan Kerja

Hak-hak perwakilan keselamatan kerja meliputi :

  • Pengenalan upaya-upaya yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja,
  • Tertib penunjukan komandan kebakaran dan kondisi darurat,
  • Penyediaan informasi kesehatan keselamatan kerja yang berkaitan dengan yang diwakili dan dipersyaratkan oleh beberapa hukum,
  • Penyediaan pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja,
  • Implikasi kesehatan dan keselatan kerja pada pengenalan teknologi baru.

 

Hak Berupa penyediaan Informasi yang Memadai

– Untuk memudahkan para perwakilan keselamatan melaksanakan fungsinya,

– Tentang kecelakaan yang terjadi namun bukan informasi yang :

– Membeberkan data individu,

– Berupa masalah yang dapat dilanjutkan ke pengadilan,

– Melanggar keamanan nasional

– Melanggar larangan yang ditetapkan oleh hukum.

 

Hak Alokasi Waktu Kerja Diberikan Khusus Untuk :

  • Menerima pelatihan,
  • Melaksanakan fungsi perwakilan

 

Fungsi Perwakilan Keselamatan Kerja adalah : 

  • Memberikan gambaran kepada majikan tentang bahaya dan insiden yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja,
  • Mengangkat, bersama majikan, masalah-masalah lain yang berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan kerja,
  • Menjadi penghubung dan menerima informasi,
  • Menyelidiki potensi bahaya dan kecelakaan.

 

Baca Juga :

Identifikasi dan Penilaian Resiko

Manajemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat

Rambu-Rambu K3 Beserta Penjelasannya

Tugas dan Kewajiban Ahli K3 Umum

 

The Forklift Ways

Forklift adalah sebuah mesin atau alat yang dirancang untuk mengangkat dan memindahkan barang supaya manusia dapat menangani sebuah pekerjaan pekerjaan menjadi lebih simpel dan hemat tenaga kerja, kapasitas Forklift mulai dari 1 Ton hingga 25 Ton bahkan saat ini pabrikan china mulai membuat Forklift hingga kapasitas 30 Ton.

Tenaga penggerak Forklift hampir sama dengan kendaraan lainnya Engine (Diesel dan Gasoline) serta Baterai namun ada perbedaan yang mencolok adalah jika kendaraan biasa masa kerjanya dihitung berdasarkan jarak tempuh maka Forklift dihitung berdasarkan jam kerja. lebih mirip kepada jam kerja manusia.

Dalam melakukan pekerjaannya, Forklift disesuaikan dengan kebutuhan manusiamaka Forklift di produksi bermacam-macam tonase, mulai dari 1 Ton, 1,5 Ton, 2 Ton, 2,5 Ton dan seterusnya berkelipatan 5 (Lima) untuk Forklift Engine, atau untuk baterai ada yang berkelipatan 2 (Dua) misalnya 1 Ton, 1,2 Ton, 1,6 Ton dan seterusnya.

Dalam aturan pekerjaannya Forklift harus digunakan sesuai tonase atau kapasitas angkatnya, misalnya jika Forklift tersebut berkapasitas 2,5 Ton, maka maksimum barang yang diangkat adalah 2,5 Ton sesuai dengan aturan yang berlaku atau tabel kapasitas yang dibuat oleh pabrikan Forklift, jika Forklift digunakan melebihi kapasitas angkatnya maka tidak akan mampu bekerja atau mengangkat karena diluar rancangan sang pembuat atau pabrikan Forklift.

 

Baca Juga :

Alasan Mengapa Perlu Mendatangi Tempat Jual Forklift Bekas

Penyebab Transmisi Automatic Tidak Mau Jalan pada Forklift

SIO Forklift / Sertifikasi Depnakertrans RI

Sparepart Forklift / Suku Cadang Forklift

 

Spare Part Forklift / Suku Cadang Forklift

Engine

  • Piston,
  • Liner Cylinder,
  • Ring Piston,
  • Connecting Rod,
  • Piston Pin,
  • Bushing Con Rod,
  • Packing Set Overhaul,
  • Crankshaft,
  • Metal KIT,
  • Camshaft,
  • Rocker Arm,
  • Valve Intake,
  • Valve Exhaust,
  • Cylinder Head,
  • Dll.

 

Chasis

  • Cluch System (Disc Clutch/Kampas Kopling, Cover Clutch/Matahari, Bearing Release).
  • Brake System (Shoe Lining/Kampas Rem, Wheel Cylinder/Rem Bawah, Drum Brake, dll),
  • Master Cylinder,
  • Wiring Cable,
  • Velg Forklift,
  • Water Pump,
  • Nozzle,
  • Hose,
  • Dll.

 

Filters

  • Filter Oli,
  • Filter Solar,
  • Filter Udara,
  • Filter Transmisi,
  • Filter Hidrolik (Suction dan Return)

 

Eletrical

  • Starter Assy (Dinamo Starter),
  • Alternator,

 

Aneka Spare Part Forklift,

  • Spare Part Forklift Komatsu,
  • Spare Part Forklift Toyota,
  • Spare Part Forklift Mitsubishi,
  • Spare Part Forklift Nissan,
  • Spare Part Forklift TCM,
  • Spare Part Forklift Caterpillar,
  • Spare Part Forklift Isuzu,
  • Dll

 

Baca Juga :

The Forklift Ways

Alasan Mengapa Perlu Mendatangi Tempat Jual Forklift Bekas

Penyebab Transmisi Automatic Tidak Mau Jalan Pada Forklift

SIO Forklift / Sertifikasi Depnakertrans RI

SIO Forklift / Sertifikasi Depnakertrans RI

Deskripsi

Forklift sangat penting untuk mengangkat dan memindahkan barang dengan mudah dan cepat,yang biasanya memerlukan banyak tenaga dan waktu yang lama bila diangkat secara manual. Kenyamanan dan kemudahan yang diberikan dengan menggunakan Forklift ini juga mengandung resiko yang perlu menjadi perhatian baik oleh operator maupun orang yang bekerja di sekitarnya. Forklift Modern adalah mesin yang mengagumkan.

Forklift sebagian besar lebih berat dari mobil atau truk yang ringan, sangat kuat, menggunakan kemudi roda belakang, lebarnya kurang dari 12 Cm. Tidak semua orang boleh mengoperasikan Forklift. Mengoperasikan Forklift merupakan pekerjaan khusus yang memerlukan pelatihan dan izin sebagai operator yang berkualitas. Mengoperasikan Forklift adalah pekerjaan yang penting dan hanya operator yang terlatih dan mendapatkan izin saja yang dapat mengoperasikannya.

Operator Forklift yang profesional merupakan suatu keharusan yang diminta oleh perusahaan, selain harus menguasai dasar-dasar Forklift, seorang operator juga harus tahu bagaimana melakukan pengoperasian Forklift dengan benar, mereka juga harus menguasai perawatan terhadap mesin-mesin Forklift.

Ketika perusahaan memilih operator Forklift, harus dipertimbangkan kemampuan, kemandirian, dan kondisi mental dan fisik yang prima dari calon operator. Operator yang ahli dan profesional harus tahu bagaimana mengoperasikan Forklift dengan hati-hati dan selamat, serta dapat bereaksi dengan benar terhadap situasi yang berbahaya. Untuk dapat menjadi operator yang ahli dan profesional banyak hal yang harus dipahami, diantaranya sebagai berikut :

  • Bahaya-bahaya yang umum saat mengoperasikan Forklift,
  • Kelengkapan keselamatan yang ada pada Forklift,
  • Batas berat maksimum yang boleh diangkat dan keseimbangan beban,
  • Posisi garpu saat memindahkan barang melalui jalan tanjakan atau turunan,
  • Mengangkat beban yang menghalangi pandangan,
  • Kondisi jalan yang dapat dilalui sesuai dengan jenis Forklift yang digunakan,
  • Keadaan fisik Forklift dan cara melakukan pemeriksaannya, dan sebagainya.

 

Baca Juga :

Sparepart Forklift / Suku Cadang Forklift

The Forklift Ways

Alasan Mengapa Perlu mendatangi tempat jual Forklift Bekas

Penyebab Transmisi Automatic Tidak Mau Jalan Pada Forklift

Penyebab Transmisi Automatic Tidak Mau Jalan Pada Forklift

Pada sistem automatic pressure atau tekanan oli ATF adalah dapat diibaratkan darah yang mengalir didalam tubuh manusia agar organ tubuh dapat bergerak sesuai dengan fungsinya sedangkan Charging Pump ibaratnya jantung dimana Charging Pump memproduksi oli ATF di pompa dan menghasilkan tekanan yang selanjutnya dikirim ke valve control yang sebelumnya melewati relief valve terlebih dahulu, pada saat Pressure atau tekanan oli sampai di valve control akan diatur oleh spool inching sesuai kemauan operator jika tidak digunakan tekanan oli akan dikembalikan ke tangki tetapi jika digunakan untuk maju atau mundur tekanan oli akan dialirkan dari valve control menuju servo lalu diteruskan menuju piston dan piston akan mendorong disc yang selanjutnya di transfer untuk menggerakkan roda baik maju ataupun mundur setelah sebelumnya melewati gardan terlebih dahulu.

Diatas kita sudah membahas tekanan oli dari charging pump akan menuju control valve dan dikirim melewati servo dan piston menuju disc agar dapat menggerakkan roda, sedangkan di servo terpasang di saft, disitu ada ring seal penutup agar tekanan oli tidak bocor disitu juga lubang di servo serta lubang saft harus pas ketemu agar tidak bocor atau tersumbat, sedangkan pada piston juga ada ring seal untuk menutup kebocoran tekanan oli.

Jadi apabila ada kebocoran di ring seal baik pada servo ataupun piston pastilah transmisi automatic tidak akan dapat maju atau mundur sekalipun kita sudah mengganti Clutch Disc atau Kanvas kopling, control valve bagus semua, bagus tapi bila di bagian tersebut bocor tetap transmisi automatic tidak dapat jalan.

Hal tersebut diambil pada transmisi Forklift Mitsubishi FD50 sebagai acuan.

 

Baca Juga :

SIO Forklift / Sertifikasi Depnakertrans RI

Sparepart Forklift / Suku Cadang Forklift

The Forklift Ways

Alasan Mengapa Perlu Mendatangi Tempat Jual Forklift Bekas

 

 

Alasan Mengapa Harus Mendatangi Tempat Jual Forklift Bekas

training-sio-forklift-public-batch11-18mei-2016-4

 

Bagi Anda yang baru memulai usaha, tentunya modal yang Anda miliki masih terbatas. Mungkin Anda perlu mencari tahu harga jual Forklift bekas (Second). Hal ini didasarkan kenyataan bahwa jika bisnis Anda digambarkan melalui siklus, maka ketika usaha ini baru mulai, kurva ini masih dinilai 0 atau di garis paling landai. tentu yang diinginkan adalah kurva ini dapat naik lebih tinggi. Agar kurva ini dapat bergerak naik maka pilihannya adalah menggunakan sumber daya seoptimal mungkin. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mencari Forklift bekas.

Jika Anda mempertanyakan mengapa harus melalui Forklift bekas, maka Anda perlu mengetahui terlebih dahulu fungsi dari Forklift dan keuntungan jika memiliki Forklift. Secara umum fungsi dari Forklift sudah jelas, untuk mengangkat barang, memindahkan ke tempat lain dan membuat barang tertata dengan rapih. Maka mendatangi tempat jual Forklift baik baru maupun bekas, beberapa keuntungan berikut ini akan Anda dapatkan yaitu :

  • Mengurangi Loading Time menjadi lebih singkat. Loading Time yang tidak terlalu lama membuat tidak banyak Opportunity Cost terbuang. Sehingga dapat menekan harga pokok produksi.
  • Mengurangi biaya tenaga kerja langsung yang dapat menekan harga pokok penjualan.
  • Buffer Stock dapat terkontrol dengan baik, sehingga tidak terjadi kelebihan persediaan barang jadi.
  • Perputaran asset atau Total Asset Turnover akan semakin tinggi. Dengan demikian dapat diartikan bahwa setiap asset yang Anda miliki memang memiliki kontibusi dalam menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

Inti dari penjelasan diatas tentu adalah untuk menekan harga pokok penjualan. Dengan harga jual produk yang normal tetapi biaya yang dikeluarkan lebih efisien, maka daapt dipastikan bahwa laba yang akan Anda terima akan lebih tinggi. Namun ada keuntungan lain yang akan Anda dapatkan jika Anda mendatangi tempat jual Forklift Bekas yaitu :

Dengan Anda membeli Forklift bekas maka pengeluaran modal akan semakin kecil, berarti kas yang Anda keluarkan juga semakin sedikit, dengan demikian Anda memiliki kas lebih banyak untuk digunakan keperluan lain.

Akhirnya semua keperluan Anda untuk membesarkan usaha akan tercukupi dengan modal yang terbatas tersebut. Jadi Anda tidak perlu ragu untuk mendatangi tempat penjualan Forklift bekas, yang pastinya akan menguntungkan Anda.

 

Baca Juga :

Penyebab Automatic Tidak Mau Jalan pada Forklift

Sio Forklift / Sertifikasi Depnakertrans RI

Sparepart Forklift / Suku Cadang Forklift

The Forklift Ways

 

 

Safety Procedure Mengoperasikan Pesawat Angkat Angkut

Kali ini kita akan akan memahas bagaimana tata cara seorang operator mengoperasikan Forklift dengan baik dan benar sesuai prosedur yang terstruktur. Sebagai operator Forklift tentunya harus mengetahui aturan-aturan dasar menjalankan / mengoperasikan Forklift.

training-sio-forklift-public-batch11-18mei-2016-4

Safety First : Mengenal Pesawat Alat Angkat angkut

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan bagi seorang Forklift maupun perusahaan. Perihal yang paling penting yaitu seorang operator Forklift haruslah terlatih dengan baik, mempunyai Sertifikat Ahli (SIO) barulah mendapat kepercayaan untuk mengoperasikan Forklift.

Selain syarat utama tersebut, adapun ketentuan-ketentuan yang harus dijalankan dan dilakukan bagi operator Forklift untuk menghindari akibat kecelakaan kerja dan kelancaran produksi / operasional perusahaan, ketentuannya yaitu :

  1. Periksa terlebih dahulu kondisi Forklift sebelum dioperasikan (digunakan), pastikan Forklift dalam keadaan normal (tidak ada masalah), dan apabila menurut Anda kondisinya tidak normal untuk dioperasikan (digunakan) maka tunda untuk mengoperasikannya. Segera laporkan hal tersebut kepada atasan Anda.
  2. Jangan melakukan pengangkatan beban melebihi beban yang diizinkan / kemampuan beban angkat Forklift. Ingat, pengoperasian yang aman memerlukan pengertian tentang bagaimana memutuskan beban itu termasuk dalam kapasitas yang diizinkan atau tidak.
  3. Aturlah garpu Forklift pada posisi yang benar (selebar mungkin). Sebelum mengangkat beban, periksalah lebar garpu telah diatur selebar mungkin, dapat dicapai oleh kondisi beban, semakin lebar garpu dapat disetel, semakin berat beban akan stabil.
  4. Gunakanlah ukuran Pallet yang sesuai. Penggunaan Pallet yang tidak sesuai akan mengakibatkan beban yang dibawa akan terjatuh secara tiba-tiba.
  5. Perhatikan kondisi beban yang akan diangkat untuk menghindari terjatuhnyanya beban ketika diangkat. Aturlah beban dengan rapih dan stabil yang memungkinkan tidak dapat jatuh.
  6. Jangan menyusun beban pada tempat yang tinggi dalam keadaan Forklift pada posisi miring. Catatan : Ketika hendak menaruh barang pada tempat yang tinggi, perhatikan juga apakah permukaan lantai miring atau tidak, apabila lantai miring ini dapat menimbulkan terjadinya Forklift terbanting ke samping.
  7. Jangan mengizinkan seseorang berdiri atau lewat dibawah garpu Forklift yang sedang diatas, baik dalam keadaan membawa beban ataupun tidak.
  8. Jangan sesekali menaruh tangan ataupun kaki Anda berada diantara MAST. Tidak boleh meletakkan tangan atau kaki diantara MAST dengan alasan apapun. Kelalaian kecil saja dapat menyebabkan kecelakaan atau luka-luka.
  9. Jangan gunakan Forklift untuk menarik beban dengan alasan apapun, jangan pernah melakukan hal tersebut. Forklift dibuat untuk pekerjaan mengangkat beban bukan sebagai alat derek.
  10. Selalu gunakan Load Backrest Extension dan pelindung atas (Canopy). Untuk menempatkan barang di atas, berhati-hatilah ketika mengangkat barang pada kedudukan yang tinggi, jangan sampai ada benda ringan yang memungkinkan dapat terjatuh mengenai Anda (operator).
  11. Perlu diingat, jangan sesekali mengangkat barang pada saat garpu Tilt kedepan. Pastikan MAST harus pada posisi tegak atau sedikit miring ke belakang ketika mengangkat beban. Pengangkatan barang dapat dimiringkan kedepan (Tilt kedepan), hanya ketika hendak meletakkan beban.
  12. Angkatlah beban diatas laintai serendah / sedekat mungkin ketika sedang transpot, kira-kira 10-15 Cm dari lantai. Jangan mengangkat beban terlalu tinggi bila diperlukan. Disini akan diuji sebara kuat insting Anda sebagai Operator Forklift.
  13. Usahakan beban bersandar pada Backrest dengan posisi MAST miring ke belakang. Jangan mengangkat dan menurunkan beban dengan kondisi Forklift sedang berjalan, buatlah seluruh panjang garpu dibawah kedepan, dengan beban bersandar pada Backrest.
  14. Selalu lihat sekeliling Anda sebelum atau pada saat menjalankan Forklift untuk memastikan jalan yang dilalui Forklift tidak ada halangan.
  15. Apabila dalam keadaan berjalan ataupun berhenti, usahakan secara bertahan dan perlahan-lahan. Hindari kejutan ketika berhenti, terutama ketika sedang membawa beban. Jangan sekali-kali berbelok terlalu tajam pada kecepatan tinggi, bawalah Forklift agar berhenti sebelum memindahkan arah mundur ataupun sebaliknya.
  16. Hindari tindakan / aktifitas akrobatik karena Anda dan lingkungan kerja Anda bukan arena siklus ataupun debus. Perlu Anda tanamkan dalam diri Anda bahwa keselamatan kerja adalah sikap Anda, ini memang sangat sulit diukur akan tetapi cepat nampak akibatnya. Kecelakaan bukan dari Forklift, tetapi biasanya adalah datang dari operatornya.
  17. Jalankanlah Forklift dengan perlahan-lahan dan bunyikan klakson pada daerah (jalan) tikungan atau jalan ramai. Perlambatlah Forklift Anda apabila jalan terhalang pandang, dan jangan lupa selalu gunakanlah kaca spion Anda (Kaca spion untuk lalu lintas).
  18. Selalu jaga jarak antara beban atau Overhead MAST. Anda harus yakin, ruangan di atas cukup dibawah instalasi pompa, kabel, dll. Jagalah MAST serendah mungkin dimana Overhead Clearence terbatas.
  19. Pasanglah rem parkir dan jangan lupa ganjal roda dengan balok pada saat Loading ataupun Unloading pada kontainer di atas truk. Apabila bekerja pada Loading truk, yakinlah bahwa rem truk / trailer telah dipasang dengan baik untuk mencegah bergerak apabila Anda menjalankan Forklift.
  20. Jangan gunakan Forklift sebagai pengangkut manusia atau membawa penumpang. Forklift di desain khusus untuk operasional angkat angkut barang / beban, bukan manusia.
  21. Jangan lupa untuk selalu memarkirkan Forklift di tempat yang telah ditentukan. Matikan mesin, periksa Forklift Anda setelah selesai digunakan (dioperasikan), pastikan semuanya normal dan tidak ada masalah.

Demikian poin-poin yang harus menjadi catatan sebagai salah satu operator pesawat angkut Forklift.

 

Baca Juga :

7 Hal Penting Dalam Bekerja

Berlatih Pengoperasian Forklift oleh Operator

Kesalahan Saat Mengoperasikan Forklift dan Cara Menghindarinya

Penjelasan Mengenai ISO 14001 Mengenai Sistem Pengelolaan Lingkungan

 

Penjelasan Mengenai ISO 14001 Mengenai Sistem Pengelolaan Lingkungan

ISO1

Badan Standarisasi Internasional

Sejarah Terbitnya ISO

ISO2

Badan Standarisasi Internasional

Pada Tahun 1992, BSI Group diterbitkan 7750BS, Sistem Manajemen lingkungan standard pertama di dunia. Sebelumnya, manajemen lingkungan telah menjadi bagian dari sistem yang lebih besar, seperti Responsible Care. BS 7750 memberikan contoh untuk pengembangan serial ISO 14000 pada Tahun 1996, Organisasi Internasioal untuk Standarisasi (ISO), yang memiliki perwakilan dari Komite seluruh dunia (Clements Tahun 1996, Brorson dan Larsson 1999). Sejak 2010, ISO 140001 digunakan oleh setidaknya 223.146 organisasi di 159 Negara.

Apa Itu ISO 14000 / 14001 ?

ISO 14000 adalah serangkaian standard manajemen lingkungan yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) untuk organisasi. Standard ISO 14000 memberikan pedoman atau kerangka kerja untuk organisasi yang perlu sistematisasi dan meningkatkan upaya pengelolaan lingkungan mereka. Standard ISO 14000 tidak dirancang untuk membantu penegakan hukum lingkungan dan tidak mengatur kegiatan lingkungan organisasi. Kepatuhan terhadap standard ini bersifat sukarela.

Standard ISO 14001 adalah standard terpenting dalam serial ISO 14000. ISO 14001 menentukan persyaratan sistem manajemen lingkungan (EMS) untuk organisasi kecil hingga besar. EMS adalah pendekatan sistemik untuk menangani isu-isu lingkungan dalam sebuah organisasi. Standard ISO 14001 didasarkan pada rencana Check do Review / Memperbaiki siklus.

Siklus rencana berkaitan dengan tahap awal organisasi menjadi ISO 14001-Compliant. Siklus Check berkaitan dengan memeriksa dan memperbaiki kesalahan. Siklus do adalah pelaksanaan dan pengoperasian standard ISO 14001 dalam sebuah organisasi. Siklus Review adalah review seluruh proses oleh organisasi manajemen puncak.

Dan siklus meningkatkan adalah sebuah siklus yang tidak pernah berakhir sebagai sebuah organisasi terus menerus menemukan cara untuk meningkatkan EMS.

Seluruh proses dapat mengambil beberapa bulan untuk beberapa tahun, tergantung pada ukuran organisasnya. Jika sebuah organisasi sudah bersertifikat ISO 9000, penerapan ISO 14001 tidak perlu mengambil proses yang lebih lama. Ketika sebuah organisasi compliant, mereka dapat mendaftar dengan meregistrasi kepada pihak ketiga yang telah resmi ditunjuk, atau menyatakan diri kepatuhan mereka terhadap aturan standarisasi yang berlaku. Standard ISO 14001 adalah satu-satunya ISO standard yang memungkinkan suatu organisasi untuk didaftarkan atau bersertifikat resmi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga :

Safety Procedure Mengoperasikan Pesawat Angkat Angkut

7 Hal Penting Dalam Bekerja

Berlatih Pengoperasian Forklift oleh Operator

Kesalahan Saat Mengoperasikan Forklift dan Menghindarinya

Kesalahan Saat Mengoperasikan Forklift dan Cara Menghindarinya

8

Di pergudangan dan logistik, Forklift merupakan peralatan vital penunjang produktivitas. Forklift digunakan untuk mengangkat barang berat. Forklift sangat membantu pekerjaan, namun dapat juga membahayakan jika tidak dioperasikan secara hati-hati. Kecelakaan Kerja akibat forklift masih terbilang tinggi. Kecelakaan Forklift yang terjadi paling sering melibatkan pejalan kaki, Forklift tumbang, operator jatuh dari Forklift, operator tertimpa beban, hingga tabrakan. Tercatat sebanyak 23 operator tewas dan sekitar 500 lainnya mengalami cedera ringan akibat tabrakan kendaraan di tempat kerja.

Keselamatan Forklift sangat penting dan harus diperhatikan oleh operator. Berikut kesalahan fatal pengoperasian Forklift yang sering terjadi dan cara menghindarinya.

 

1. Operator Kurang Memahami Kapasitas Beban Forklift

Kelebihan beban mengakibatkan forklift berjalan tidak stabil. Forklift dapat berguling dan dapat menabrak benda atau pejalan kaki di sekitar area kerja.

Saran : Operator harus memhami kepastian beban maksimum pada setiap forklift.

 

2. Operator Kurang Memahami Rute Forklift

Rute dan hambatan sering kali tidak diperhatikan. Seperti saat melewati area yang banyak tumpukan pallet, area sempit, area yang dilalui pejalan kaki, hingga kondisi jalur Forklift yang tidak rata. Kurangnya pemahaman ini dapat berakibat fatal bagi operator dan pekerja lain, seperti resiko tabrakan atau Forklift menyenggol barang.

Saran : Jaga jarak aman sekitar 3 Meter antara Forklift dengan pejalan kaki atau dengan pengendara Forklift lain. Pastikan Anda yakin dan berada di jalur yang tepat saat melewati area sempit serta turunkan kecepatan saat hendak melewati tikungan atau masuk dan keluar pintu.

 

3. Ceroboh Saat Mengangkut Pallet

Kecerobohan saat mengangkat, memindahkan, hingga menurunkan Pallet yang tidak sesuai dengan standard dapat mengakibatkan Pallet jatuh, Forklift terguling, bahkan merusak rak penyimpanan.

Saran : Berhati-hatilah ketika memindahkan pallet karena rentan jatuh dan mempengaruhiu manuver Anda. Perhatikan juga beban pallet yang diangkat. Posisikan tiang garpu condong ke belakang, sehingga beban tersandar pada penumpu beban. Pastikan beban yang dibawa serendah mungkin dengan jalan / lantai, sekitar 15 Cm.

 

4. Kurang Komunikasi Saat Mengoperasikan Forklift

Minimnya komunikasi dan kewaspadaan pekerja, dapat mengakibatkan resiko tabrakan atau menabrak pekerja lain.

Saran : Beritahu pekerja lain di sekitar area kerja bahwa Anda akan mengoperasikan Forklift. Hindari mengoperasikan Forklift dengan cepat dan jaga jarak Forklift dengan pejalan kaki dan kendaraan lain saat beroperasi.

 

5. Terperleset Saat Naik dan Turun dari Forklift

Menurut ahli K3, terpeleset dan terjatuh merupakan penyebab kecelakaan paling umum di tempat kerja.

Saran : Pastikan Anda mengenakan sepatu yang tepat dan tidak licin sebelum mengoperasikan Forklift. Lakukan Three Point Contact saat naik dan turun dari Forklift. Anda dapat memegang Handle dekat kemudi Forklift, sementara tangan yang lainnya memegang jok Forklift. Cara ini dapat mencegah Anda dari resiko terpeleset saat naik dan turun dari Forklift.

 

6. Kehabisan Baterai, Solar atau Cairan Hidrolik

Kejadian ini tidak begitu berbahaya saat Forklift berjalan pada permukaan yang datar. Namun dapat sangat berbahaya saat berada di tanjakan atau permukaan yang tidak rata, apalagi jika membawa muatan.

Saran : Lakukan pengecekan secara rutin dan sebelum Forklift dioperasikan.

 

7. Lupa Melakukan Pengecekan Forklift

Forklift dapat saja membahayakan jika tidak dilakukan pengecekan secara rutin dan seorang operator memiliki tanggung jawab atas hal tersebut.

Saran : Forklift harus menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum dioperasikan. Lakukan perawatan dan perbaikan rutin pada forklift untuk memastikan kondisi Forklift akan selalu aman.

 

8. Melebihi Kecepatan yang Dianjurkan

Mengoperasikan Forklift dengan cepat dan ugal-ugalan membuat Forklift sulit dikendalikan. Hal ini akan membahayakan diri Anda dan orang lain. Forklift dapat saja hilang keseimbangan dan terguling, lalu Anda tertimpa beban atau Forklift menimpa pekerja lain.

Saran : Perhatikan batas kecepatan mengendarai Forklift. Jangan bercanda saat mengoperasikan Forklift dan jangan saling mendahului dengan kendaraan lain, terutama di lingkungan dan lokasi kerja dengan pandangan terhalang.

 

9. Memarkir Forklift Sembarangan

Memarkirkan Forklift secara sembarangan dapat membahayakan area sekitar.

Saran : Jika akan meninggalkan Forklift, sebaiknya :

  • Parkir di tempat aman dan rata,
  • Posisikan garpu serendah mungkin untuk meminimalkan resiko orang lain tersandung garpu Forklift,
  • Pasang rem tangan dan ganjal bila perlu,
  • Matikan mesin dan cabut kunci kontaknya,

 

10. Penyalahgunaan Forklift

Penggunaan Forklift yang tidak sesuai dengan peruntukkannya dapat membahayakan kondisi Anda sendiri dan orang lain.

Saran : Hindari bercanda dan ugal-ugalan saat mengoperasikan Forklift. Jangan gunakan Forklift untuk tujuan apapun, seperti mengangkut penumpang atau menggunakan Forklift untuk menaikkan orang bekerja di atas. Ingatlah, Forklift bukanlah Lift.

 

Baca Juga :

Penjelasan Mengenai ISO 14001 Mengenai Sistem Pengelolaan Lingkungan

Safety Procedur Mengoperasikan PesawatAngkat Angkut

7 Hal Penting Dalam Bekerja

Berlatih Pengoperasian Forklift oleh Operator